Tips Toilet Training Pada Anak Autisme

Tips Toilet Training Pada Anak Autisme - Toilet training pada anak autisme ini adalah keterampilan yang sama sekali baru. Mendidik atau pun mengajarkan keterampilan baru bagi anak dengan gangguan spectrum autisme ini nantinya dapat berjalan dengan baik jika langkah tugas tersebut diorganisir jadi potongan sederhana. Pengajaran juga haruslah lebih konsisten di sepanjang waktu dan juga dapat diprediksi bagi anak dalam ketentuan reward serta konsekuensi. Agar toilet training pada anak autisme ini berasil, maka anak haruslah bergerak dari ketergantungan pada pengingatan sampai menyadari sendiri tanda-tanda ingin buang air kecil atau besar.

Orangtua berharap bahwasannya anak-anaknya nanti pada akhirnya bisa terlatih buang air besar dan kecil. Anak belajar untuk menggunakan toilet jadi bagian dari proses pertumbuhan. Tiap anak tak sama, beberapa anak ada yang sulit sekali dilatih dan mungkin saja akan lebih sulit dengan orangtua. Belajar menggunakan toilet ini adalah bagian dari sosialisasi. Anak-anak jadi tertarik dalam kegiatan satu ini pada saat mereka sudah menyadari bahwasannya anak-anak yang lainnya menggunakan toilet. Mereka berpanggapan bahwasannya menggunakan toilet ini adalah bagian yang dipertimbangkan sebagai big boy atau girl.

Banyak anak dengan autisme merasa nyaman dengan hadiah yang mereka terima pada saat menggunakan toilet sama halnya seperti reward yang berupa kelegaan dengan melakukan hal tersebut. akan tetapi anak belia dengan autisme mempunyai kesulitan untuk menerapkan alasan interaksi social yang sama untuk buang air kecil dan besar. Mereka juga dimintai untuk ubah serangkaian rutinitas dan juga ritual serta mereka masih belum sadari maupun mampu control tubuhnya sendiri.

toilet training pada anak autis

Kapan dimulai toilet training pada anak autisme?

  • Banyak sekali anak autisme berlatih lebih lambat dari rata-rata anak seumurannya. Ada banyak anak yang berhasil untuk latihan buang air kecil dan besar. Tapi banyak juga anak autisme yang melakukan pelatihan lebih lama. Bebera laporan telah menunjukkan hingga 1 tahun untuk bisa sampai kering dan 2 tahun jadi bersih.
  • Mlai toilet training pada anak autisme ini jika Anda positif dan anak mampu duduk nyaman di atas kursi toilet atau pun tetap kering selama 60 menit, menyadari jadi basah atau pun kotor, menunjukan minat pada orang lain untuk pergi ke toilet, tunjukan tanda-tanda sebab serta akibat, dan juga bersedia untuk bekerjasama.


Tips toilet training pada anak autisme

  • Anak autisme ini mungkin saja tak bisa kemukakan kebutuhannya untuk pergi ke kamar kecil, sebab itu sinyal tubuh dari anak, rutinitas, serta visual mungkin jadi bantuan yang berperan penting.
  • Anak autisme mungkin saja akan belajar menggunakan toilet di rumah dan tak bisa beradaptasi dengan situasi yang baru dengan mudah.
  • Anak autisme mungkin saja mempunyai kesulitasnsensoris, seperti halnya ketidak nyamanan dengan toilet duduk yang keras, sebab takut keciprata air atau pun ingin bermain di dalam maupun menonton pusaran air di toilet.
  • Pelatihan toilet training pada anak autisme di kamar mandi umum terkadang bisa sebabkan anak autisme takut dengan pengering tangan, mempunyai masalah dengan pintu kamar mandinya, suara pembilasan toilet, atau pun yang lainnya.
  • Saat toilet training pada anak autisme ini diterapkan, beberapa masalah medis dan juga rasa takut muncul sebab sembeli atau pun infeksi pada saluran kemih di masa lalu.
Baca Juga:

Demikian informasi tentang tips toilet training pada anak autisme yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.
Advertisement

Masukan Email Anda agar dapat kiriman artikel kesehatan gratis langsung ke Email Anda:

0 Response to "Tips Toilet Training Pada Anak Autisme"

Post a Comment