Deteksi Dini Autisme Pada Anak

Deteksi Dini Autisme Pada Anak - Penting tidak sih deteksi dini autisme pada anak, bund? Tentu saja sebagai orangtua, perkembangan anak yang baik sangatlah penting untuk kehidupan di masa depan yang lebih cerah di kemudian harinya, sehingga sangat penting sekali untuk mendeteksi adanya gejala atau pun ciri autisme pada anak sejak dini, agar bisa segera ditangani dengan tepat.

Tapi, harus Anda tahu dan pahami terlebih dulu bahwasannya untuk mendiagnosis apa seorang anak tersebut menderita autisme spectrum disorders atau ASD ini bukanlah perkara atau pun pekerjaan yang mudah. Hingga sekarang, masih belum ada tes tertentu, tes darah misalnya saja yang bisa memastikan anak menderita autisme.

Deteksi dini autisme pada anak ini bisa lewat obeservasi biasanya dapat dilakukan di usia 18 bulan atau bahkan lebih muda lagi. Akan tetapi diagnosis yang telah dilakukan oleh seorang professional di usia anak sekitar 2 tahun tersebut sebenarnya sudah dapat memberikan hasil yang cukup meyakinkan.

Deteksi Dini Autisme Pada Anak

Baca Juga: Ciri Ciri Anak Autisme Pada Bayi

Akan tetapi sangat disayangkan sekali, hingga saat ini masih ada banya anak yang tak mendapatkan diagnosis final tersebut sehingga mereka sudah terlalu besar. Dan yang demikian ini akibatnya anak melewatka usia keemasan atau pun yang biasanya disebut dengan golden ages nya, yakni usia terbaik sebelum anak mencapai usia 5 tahun, untuk mendapat pertolongan atau pun terapi yang pastinya sangat dibutuhkan. Padahal, apabila terapi tersebut diberikan pada masa-masa ini, maka peluang bagi anak untuk bisa mencapai kemajuan berarti bisa jadi lebih besar lagi.

Nah, di bawah ini ada beberapa tahapan deteksi dini autisme yang perlu ditempuh untuk bisa mendiagnosis apa seorang anak menyandang autisme atau pun tidak.

Tahap-tahap deteksi dini autisme pada anak

1. Pemeriksaan tumbuh kembang anak atau pun developmental screening, tes singkat untuk ketahui apa anak sudah dapat menguasai kemampuan dasarnya sesuai usia atau pun alami keterlambatan. Dokter umumnya aka menanyai orangtua dan mengajak anak untuk bermain mengevaluasi apa yang sudah dikuasai oleh anak, termasuk halnya gerakan, perilaku, dan juga kemampuan anak dalam berbicara. Setiap keterlambatan bisa saja jadi sinyal adanya masalah. Perhatikan khusus harus diberikan jika anak lahir dengan berat badan yang kurang, tak cukup umur, atau pun mempunyai kakak maupun adik yang merupakan penyandang autisme. Jika melihat adanya sinyal masalah ini, dokter akan sarankan evaluasi yang lebih lanjut lagi untuk bisa memastikan.

Baca Juga: Tanda Tanda Autisme Pada Anak

2. Evaluasi komprehensif. Ini adalah langkah berikutnya untuk dilakukannya pemeriksaan yang lebih detail lagi tentang perilaku anak. Ini dapat termasuk pemeriksaan penglihatan dan juga pendengaran, tes syaraf, tes genetic, dan juga berbagai tes medis yang lainnya.  Umumnya, jika pemeriksaan awal dilakukan pihak dokter anak, Anda nantinya akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut lagi oleh dikter spesialis syaraf, psikolog anak, ahli tumbuh kembang anak, atau pun psikiater.

Walaupun hingga seakrang ini masih belum ada obat bagi penderita autisme, intervensi awal bisa saja tingkatkan perkembangan anak secara signifikan. Terapi umumnya meliputi upaya untuk bantu anak belajar berbicara, berjalan, dan juga berinteraksi dengan orang lain. Jadi, jangan pernah tunda untuk segera bawa sih kecil ke ahlinya jika Anda curiga dia alami keterlambatan atau pun masa perkembangan lainnya.

Baca Juga: Cara Penyembuhan Autisme Pada Anak Menurut Dokter Ahli

Demikianlah informasi tentang deteksi dini autisme pada anak yang dapat kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Labels: ,