Cara Praktis Dan Ekonomis Agar Anak Cerdas

Lingkaranilmu.com - Anda tak perlu mengeluarkan biaya besar, agar anak anda pintar dan cerdas! Inilah solusinya. Orang tua yang cerdas pasti berusaha mendidik dan mencari solusi agar anaknya juga cerdas, dan orang tua yang bijaksana mengharapkan anaknya kelak, nanti lebih cerdas, lebih sukses, lebih lincah, lebih bermanfaat, lebih baik, lebih segalanya dari pada orang tuanya, dan jangan lupa ! agar lebih soleh-saoleha.

Akan tetapi supaya anak menjadi sesuai harapan seperti di atas itu, orang tua biasanya harus mengeluarkan biaya ekstra yang tidak sedikit dan bisa menguras kantong anda. Nah inilah yang menjadi kendala bagi orang tua yang mempunyai penghasilan terbatas, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-harinya saja. Disini saya ingin berbagi solusi bagaimana cara praktis dan ekonomis agar anak cerdas, Mungkin anda bertanya-tanya apakah bisa seperti itu ? langsung saya jawab, Bisa !


cara bikin anak cerdas


Berdasarkan Penelitian

 

Sebelum pada pokok masalah, terlebih dahulu mengulas bagaimana system perkembangan anak pada kognitif (Intelektual) seorang anak, sejatinya merupakan perkembangan pikiran,Perkembangan inilah yang bertanggung jawab terhadap pembentukan mental, penyelesaian masalah, penilaian, bahasa, pemahaman sebab akibat, pengambilan keputusan, serta ingatan karena dikendalikan dari otak, perkembangan kognitif kerap dikaitkan dengan kecerdasan.

Menurut piaget, pada bayi, perkembangan kognitif berlangsung melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Karena itulah orang tua memegang peranan penting dalam memaksimalkan perkembanagan kognitif anak usia 0-12 bulan.

Cara Praktis Dan Ekonomis Agar Anak Cerdas

 

Berikan stimulasi sensoris 
karena  pemahaman akan sesuatu berawal dari kemampuan sensorisnya. Ini berarti, khususnya di usia awal 0-6 bulan bayi menerima informasi tentang lingkungan disekitar kita melalui panca indra.

Setiap penglihtan pendengaran, penciuman, pengecapan, serta perabaan yang dilakukanya, akan menimbulkan berbagai sensasi yang pada akhirnya menciptakan suatu pemahaman pada otak bayi.
Contoh, usapan handuk di tubuhnya seusai mandi, akan merangsang perkembangan kognitifnya, karena dari usapan tersebut bayi belajar mengenal tekstur kain handuk yang lembut.

Hindari overstimulasi dan suara-suara mengganggu
Suara berisik akan memengaruhi konsentrasi.Inipun berlaku pada bayi, ia membutuhkan ketenangan, ketika tengah membentuk pemahaman tentang sesuatu.

Usahakn juga untuk tidak memberikan stimulasi dengan bertubi-tubi. Cara itu justru akan membuat otak bayi bekerja terlalu cepat sehingga tak mampu mencerna pengalaman yang didapatnya dengan baik. Lakukan stimulasi secara perlahan dan dengan frekuensi berulang-ulang.

Ciptakan lingkungan yang mendorong pembelajaran
Selain lingkungan yang tenang dan aman, lingkungan yang penuh beragam benda stimulasi akan mendorong proses pembelajaran pada bayi.Tak perlu barang-barang mahal, selama memiliki fungsi stimulasi, segala benda dapat dimanfaatkan, seperti botol bekas air mineral yang diisi dengan beras. Mainan sederhan buatan sendiri ini berguna untuk menstimulasi pendengaran bayi, untuk memberikan bunyi yang berbeda, tinggal menggantikan isian dalam botol tersebut, beras dengan pipilan jagung kering.

Merespons sinyal yang diberikan bayi
Respon-respons positif yang diberikan oleh orang tua akan membuat bayi merasa diperhatikan dan makin menguatkan pemahaman tentang sesuatu di otaknya. Jadi jika bayi mengeluarkan suara, aaaaaaaaa segeralah lakukan kontak mata padanya, sambil menirukan suaranya. Aaaaaa dengan tersenyum tentunya.

Beri kesempatan padanya untuk melakukan perubahan
Ketika bayi bermain, sodorkan mainan yang memungkinkan ia melakukan perubahan. Mainan yang sesuai dengan usianya (mudah digenggam) dan aman amat disarankan.Misalnya kerincingan warna-warni dan bola kecil yang terbuat dari kain, kedua mainan itu memungkinkan untuk di angkat dan diraih bayi karena ringan. Pengalaman saat bayi mampu mendorong, meraih, menggerak-gerakan bola/kerincingan itu, akan membangun kepercayaan pada dirinya bahwa ia mampu melakukan sesuatu, ini adalah modal awal untuk lebih mengembangkan keterampilanya kelak.

Beri kesempatan untuk bereksplorasi
Bayi belajar dari lingkungan sekitarnya dengan melakukan berbagai eksplorasi.Ciptakan berbagai lingkungan yang bermanfaat untuk perkembangan kognitifnya.Sekali lagi ini tak menuntut usaha yang keras dan harga mahal. Aneka warna cerah pada bedding di boksnya. Misal sudah merupakan stimulasi yang baik untuk penglihatan bayi. Bisa juga dengan memanfaatkan mainan gantung berputar yang banyak dijual di pasar.

Jangan alihkan perhatianya
Ketika berktifitas dengan bayi, termasuk sedang bermain, terimalah apapun yang menarik bagi bayi pada saat itu. Jangan alihkan perhatian bayi kepad yang lain, apalagi menghentikan keasyikanya dengan tiba-tiba. Umpama ibu atau ayah tiba-tiba mengambil mainan kericinganya lalu menggantikanya dengan mainan bola, padahal ia masih asyik bermain mengamatinya. Harap diingat bayi membutuhkan waktu ketika sedang memaknai sesuatu, jadi beri ia kesempatan untuk memahami sesuatu. Bila ingin mengenalkan pada manian lain, tunda samapai ia benar-benar sudah menyelesaikan pemahamanya (biasanya bila ia sudah selesai, mainan itu akan di lemparkanya. Ini dimaksud agar otak sang buah hati mempunyai jeda untuk mencerna dan memahami sesuatu.

Beri penghargaan
Bentuk penghargaan bisa dengan kata-kat positif. Saat sikecil bisa menggapai mainan yang ada didekatnya, misal tersenyumlah padanya, penghargaan seperti ini akan menambah keyakinan bahwa dirinya mampu.

Berbicaralah pada bayi walau ia belum mengerti
Bayi butuh interaksi dengan orang lain di sekitarnya, interaksi itu antara lain bila ayah atau ibu pandai bercakap-cakap denganya. Mesti bayi kelihatanya belum mengerti apa yang dipercakapkan, interaksi ini akan menstimulasi perkembangan kognitifnya. Jadi mulai sekarang jangan hanya membelai atau menggendong saja, ya tapi mengobrolah dengan sang buah hati.

Bacakan buku cerita atau mendongeng
Membacakan cerita atau mendongeng dalam suasana hangat dan penuh kasih sayang, mampu memberikan kesan kuat pada memori bayi, baik isi ceritanya maupun warna-warni dan tampilan gambar pada buku. Bacalah cerita dengan intonasi yang keras dan perlahan, aktivitas ini akan mengembangkan ketrampilan berbahasanya kelak.

Baca juga : Waspada! Usia Muda Bisa Terkena Parkinson, Ini Alasanya

Sungguh itu adalah cara praktis dan ekonomis agar anak cerdas, sangat mudah bukan ? dan yang terpenting sangat ekonomisnya ini yang bikin tertarik ingin mencobanya, wujudkan anak Indonesia yang cerdas dengan segala keterbatasan, Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu para orang tua yang ingin anaknya Cerdas, pintar, berguna bagi nusa dan bangsa amin.

Dra lina M.Psi, senior konsultan propotenzia, bogor, memberikan 10 kiat yang dapat dijadikan acuan orang tua untuk memaksimalkan kognitif bayinya.
Advertisement

Masukan Email Anda agar dapat kiriman artikel kesehatan gratis langsung ke Email Anda:

0 Response to "Cara Praktis Dan Ekonomis Agar Anak Cerdas"

Post a Comment